7 Hikmah Tersembunyi dalam Film 'Komang': Petunjuk untuk Cinta dan Kehidupan
Film Komang Menampilkan cerita cinta yang manis namun dipenuhi rintangan antara sepasang pemuda, yakni Raim Laode atau dikenal sebagai Ode (diperankan oleh Kiesha Alvaro), dan Komang Ade Widiandari (diperankan oleh Aurora Ribero). Hubungan mereka dimulai saat kedua belah pihak menghabiskan waktu di Kota Baubau, Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Di ceritakan bahwa Ode adalah seorang pemuda asli dari Buton yang berminat pada bidang dunia stand-up
comedy Dan lagunya, selain terkenal juga dipandang sebagai orang yang berpegang teguh pada keyakinannya. Di sisi lain, Komang merupakan seorang wanita berasal dari keluarga transmigran yang datang dari pulau Bali dan kini tinggal di Baubau. Walaupun kedua belah pihak mempunyai perbedaan, Ode tetap tersentuh saat pertemuan pertama mereka dan kemudian berkencan.
Akan tetapi, terdapat berbagai hambatan yang perlu dialami oleh Ode dan Komang dalam menjalani kisah cinta mereka. Dimulai dengan Ode yang mendobrak batas untuk mencapai impiannya di bidang tersebut. stand-up comedy dan musik hingga munculnya orang ketiga yang punya keyakinan yang sama dengan Komang.
Film produksi Starvision ini menyajikan banyak pelajaran baik tentang cinta maupun kehidupan yang mungkin akan related Dengan berbagai macam orang. Berikut Popbela susun beberapa pembelajaran yang bisa Anda ambil dari film tersebut. Komang.
1. Cinta Melampaui Perbedaan
Komang dan Ode berasal dari latar belakang berbeda. Kiblat sembahyang mereka pun berbeda. Namun, hal tersebut tak menghalangi keduanya untuk jatuh cinta. Kepribadian satu sama lain yang unik, membuat mereka saling menyukai dan menjalin hubungan yang langgeng. Sayangnya, banyak rintangan yang harus dilalui keduanya.
Ibu Komang atau yang dipanggil Meme (Ayu Laksmi) tak merestui hubungan keduanya, ada Arya (Adzando Davema) pula yang tampak sebagai menantu idaman bagi Meme. Selain itu, Ode yang mengejar mimpi ke Jakarta pun menjadi tantangan tersendiri untuk hubungan mereka yang semakin terlihat tanpa keseriusan. Hal ini membuat Komang bimbang dan berpikir hubungan mereka tak ada ujung.
Meski banyaknya rintangan yang menghadapi, ketika takdir dan cinta sudah memilih mereka bersama, keduanya pun berhasil mengatasi perbedaan tersebut. Menurut Raim Laode, pemilik kisah cinta yang diangkat dalam film ini, kisahnya bersama sang istri itu telah dicatat di Lauhul Mahfudz, dan dari semuanya, cintalah yang menang. Komang dan Ode menikah serta dikaruniai seorang anak. Meme bahkan amat menyayangi Ode seperti anaknya sendiri.
"Ini adalah cerita tentang dua insan yang jatuh cinta, dan kebetulan latar belakangnya berbeda. Namun, yang menang adalah cinta. Semoga film 'Komang' bisa menjadi hiburan keluarga saat Hari Raya Idulfitri di bioskop, dan merayakan cinta bersama orang-orang tersayang,” kata Raim Laode.
2. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya
Seperti yang disebut sebelumnya, Meme sangat menentang hubungan Komang dengan Ode. Bukan tanpa sebab, Meme hanya ingin anak bungsunya itu bahagia. Ia tak ingin Komang mengalami nasib yang sama dengan kakaknya yang juga menikah dengan kekasihnya yang berbeda keyakinan.
Bukannya bahagia, sang kakak justru lebih banyak ditinggal sang suami merantau. Meme juga tak tenang jika Komang bersama Ode dan lebih baik bersama Arya karena Meme takut dirinya tak ada yang menjaga dan mendoakan ketika ia meninggal dunia. Selain itu, Meme juga ingin Komang bahagia dan memiliki pasangan yang mapan. Ode sendiri masih merintis karier, dibandingkan Arya yang sudah memiliki pekerjaan tetap.
3. Cinta itu diperjuangkan
Hubungan beda agama memang tak ada ujungnya. Tapi, Ode dan Komang mempercayakan hubungan mereka pada takdir. Jika keduanya ditakdirkan bersatu, pasti ada jalannya. Sebagai manusia biasa, Komang sempat merasa ragu dengan Ode. Ia merasa tak ada keseriusan dari hubungan mereka, Ode yang merantau di Jakarta juga membuatnya merasa sosok Ode tak pernah ada untuknya.
Di sisi lain, Komang dilamar oleh Arya. Ini adalah kesempatan untuk membuat Meme bahagia, tapi cintanya masih untuk Ode. Kalau ingin bersama, keduanya harus melawan restu ibu dan juga Tuhan. Komang ingin sekali diyakini oleh Ode dan diperjuangkan.
Komang akhirnya berhasil mengutarakan perasaannya itu pada Ode. Raim Laode pun dipesankan, kalau jodoh itu dijemput bukan hanya didoakan. Akhirnya, sebelum Ode kembali lagi ke Jakarta, ia bertemu dengan Meme dan menyampaikan isi hatinya pada ibu Komang. Di sisi lain, selama ini Ode sendiri yang membelikan dupa untuk sembahyang ibu Komang yang tak diketahuinya selama ini.
Hal tersebut memperlihatkan keseriusan Ode untuk bersama dengan Komang. Kepergiannya ke Jakarta pun karena ia sukses dan mapan sehingga bisa menghidupi Komang dengan baik. Jika dua orang sama-sama mau berjuang untuk cinta mereka, siapa tahu Tuhan dan semesta pun akan memperlancar mereka untuk bersatu.
4. Saling toleransi dan membantu
Meski menjalani hubungan berbeda agama, Komang dan Ode saling menghargai dan toleransi pada satu sama lain. Ode terlihat suka membantu Komang untuk mempersiapkan persembahan di hari-hari besar keyakinannya. Komang pun juga berhubungan akrab dengan keluarga Ode. Bagi Ode, agamamu agamamu, agamaku agamaku.
5. Komunikasi jadi kunci penting saat LDR
Komang dan Ode diperhadapkan dengan cinta dan mimpi. Ode harus pergi ke Jakarta untuk merintis karier, keduanya pun sepakat untuk mendukung karier satu sama lain dan saling mencintai. Komang pun hanya meminta Ode untuk selalu memberinya kabar.
Meski awalnya mulus, setelah Ode mulai sukses dan sibuk dengan karier stand-up comedy Dan tentang Musiknya, kedua belah pihak menjadi kurang sering berkomunikasi. Rasa cemburu muncul ketika salah satunya memposting foto dengan orang lain di jejaring sosial mereka.
Ode menyebutkan bahwa berkencan tidak harus membatas, jika menemui seseorang yang lebih cocok lagi, dia siap untuk berakhirnya hubungannya tersebut. Ketidaksepakatan dan kekurangan dalam hal saling berkomunikasilah yang pernah mendorong mereka bercerai sejenak. Karena alasan ini, disarankan sekali lagi bahwa komunikasi menjadi elemen utama suatu ikatan, apalagi saat menjalaninya secara jarak jauh.
6. Keluarga sebagai sumber inspirasi
Ode mempunyai sebuah keluarga penuh kasih dan senantiasa mendukungnya. Ibunda dan bapa Ode telah menanamkan berbagai pelajaran penting tentang kehidupan kepada dirinya sebelum mereka wafat, misalnya bahwa hidup ini adalah saling melengkapi satu sama lain, manusia diciptakan untuk peduli terhadap sesama tanpa memandang latar belakang keluarga masing-masing, juga mengajarkan pada Ode agar suatu saat nanti jika menjadi pemimpin ia perlu memiliki pengikut dengan keyakinan yang serupa sebagai pendamping do'a.
Bukan hanya itu saja, Ode juga mempunyai seorang kakak yang sangat mendukung. Kakaknya ini sering kali jadi tempat curhat bagi Ode serta bersumpah akan membantu dalam pembagian tanggung jawab antara berkembang karir dan merawat orang tuanya di rumah. Karena alasan tersebut pula, ketika karir Ode tengah menanjak pesat di Jakarta dan kemudian menerima berita kalau sang bapak telah wafat, dia baru sadar bahwa kebersamaan dengan keluarganya adalah hal terberhargalah yang dimilikinya.
7. Memiliki keberanian untuk bermimpi besar berarti juga harus memiliki nyali yang kuat.
Film ini menekankan bahwa jika Anda mempunyai impian setinggi langit, Anda juga perlu memiliki keberanian setandingan. Seperti apa yang disampaikan oleh Komang kepada Ode. Ketika Ode merasa bimbang antara tinggal di desa asalnya atau melanjutkan karirnya di Jakarta, keluarganya baik itu orangtuanya maupun Komang sendiri mendukung pilihan untuk terus maju ke Jakarta. Mereka percaya bahwa Tuhan tidak akan membawa dirinya sampai jauh apabila tujuannya adalah agar ia gagal.
Menurut Komang, setiap individu memiliki tantangan tersendiri. Mungkin ada beberapa orang yang mendukung Anda di sepanjang jalan ini, tetapi tidak ada satupun yang dapat mengambil alih peran Anda melalui prosesnya karena ini merupakan petualangan dan pertarungan pribadi Anda.
Inilah pembelajaran yang dapat kau peroleh dari film tersebut. Komang . Siapakah di antara kalian yang telah menyaksikannya?
Posting Komentar