Dulu Badut di Ruang Ganti, Kini Ruben Amorim Menjadi Pelatih Handal Yang Tak Terduga

Table of Contents

Radar Berita GlobalSeorang mantan teman setim menyatakan tak menduga Ruben Amorim mampu tampil sebagai pelatih handal.

Amorim sedang menikmati periode terbaiknya selama menangani Man United.

Devil Merah belum menelan kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang kompetisi.

Mereka memang tersingkir di babak 16 besar Piala FA pada periode itu.

Tetapi, Manchester United hanya ditaklukkan Fulham lewat adu penalti.

Inilah rangkaian permainan terbaik klub sejak dikendalikan oleh Amorim mulai tanggal 11 November kemarin.

Sebelum ini, Man United-nya Amorim paling banyak hanya tak terkalahkan dalam 3 pertandingan beruntun.

Sang juru taktik barangkali mulai menunjukkan alasan mengapa dia dipilih Manchester United untuk menggantikan Erik ten Hag.

Selama kariernya menjadi pelatih sejak 2018, Amorim telah menangani 4 klub berbeda sebelum The Red Devils.

Bersama 4 klub itu, persentase kemenangan juru taktik berusia 40 tahun tersebut tak pernah berada di bawah 70 persen.

Ruben Amorim berhasil mengantarkan Braga serta Sporting CP meraih gelar dalam berbagai kejuaran nasional di Portugal.

Pada tingkat individu, dia yang sebelumnya bermain untuk Benfica pernah dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Liga Portugal tahun 2021 dan 2024.

Karir sukses Amorim di bidang kepelatihan membuat salah satu rekan setim lamanya terkejut saat dia masih aktif bermain.

Ia merupakan Roderick Miranda, seorang bek yang saat ini bermain untuk Melbourne Victory di Liga Australia.

Roderick pernah satu tim dengan Amorim di Benfica pada selang 2010-2013.

"Saya tidak pernah menyangka dia akan menjadi pelatih," ujar pemain berusia 34 tahun itu seperti dikutip dari Flashscore Australia.

"Bukan karena kemampuan atau kecerdasannya."

"Tetapi karena dia adalah seorang badut di ruang ganti."

"Ruben memiliki kepribadian yang sangat lucu."

Orang-orang sering terhibur olehnya karena kegembiralaannya.

"Saya heran bagaimana anak yang bermain dengan saya ini bisa menjadi sosok yang sangat serius."

Roderick lanjut mengungkapkan kemampuan Amorim ketika masih menjadi pemain sebagai alasan dia bisa melatih dengan cakap.

Ruben merupakan atlet yang amat pandai.

"Dia bisa dimainkan di beberapa posisi dan itulah alasan mengapa dia bisa menjadi pelatih yang brilian."

Roderick menambahkan bahwa dia sangat berpengetahuan tentang sepak bola.

Posting Komentar