Harga Ayam Potong Stabil, Cabai Rawit Melonjak ke Rp 120.000 per Kg
JAYAPURA – Empat hari sebelum Lebaran, penawaran dan biaya untuk ayam potong lokal di Jayapura tetap terkendali. Diperkirakan tarifnya akan meningkat pada Hari Pertama Lebaran.
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Sentral Hamadi, Tekno menyatakan bahwa harga ayam potong yang dia tawarkan tetap stabil, berkisar antara Rp 55 ribu sampai dengan Rp 75 ribu per ekor bergantung pada ukuran dan bobotnya.
"Harga daging ayam lokal belum bertambah, tetap wajar. Bisa jadi akan meningkat di hari Sabtu dan Minggu (31/3), satu hari sebelum Idul Fitri," ujar Techno, Kamis (27/3).
Menurut Tekno, kenaikan harga ayam potong dalam negeri tidak disebabkan oleh harga yang ditetapkan para peternak, tetapi pemilik bisnis pengolahan ayam perlu menambah jumlah pekerja serta waktu operasional mereka. Karena itu diperlukan adanya penyesuaian terhadap harga jual.
Tekno juga menyebutkan bahwa penjualan ayam lokal kini berbeda dari masa lalu. Saat ini, ia hanya mengekor sekitar 300 ekor ayam setiap harinya, sementara di waktu dahulu dapat mencapai angka hingga 500 ekor ayam.
"Pada saat Idul Fitri nanti, saya berencana untuk mengurbankan kira-kira 2000 ekor hewan, angka ini kurang dari Idul Fitri tahun sebelumnya yang dapat mencapai 3000 ekor," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Darni, seorang pedagang daging ayam lokal di Pasar Youtefa Abepura. Dia menyatakan bahwa harga daging ayam lokal tetap terkendali dengan baik.
"Bila kelak terjadi peningkatan harga, maksimalnya sekitar Rp 5 ribu per ekor, dikarenakan permintaan pasar meningkat saat mendekati Lebaran," katanya.
Darni pun menyatakan bahwa persediaan ayam lokal milik para peternak tetap terjaga dengan baik, jadi warga tak perlu merasa cemas.
Posting Komentar