Integra Indocabinet Yakin Tarif Resiprokal AS Tidak Berdampak pada Ekspor WOOD

Table of Contents

Radar Berita Dunia.CO.ID - JAKARTA PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), sebuah perusahaan penghasil furniture dan komponen konstruksi, menyatakan bahwa implementasi kebijakan tariff balasan yang ditetapkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia tidak akan berdampak besar pada penjualan produk mereka di pasaran AS.

Hasil pemeriksaan menyeluruh mengungkapkan bahwa sebagian besar barang buatan WOOD termasuk dalam daftar pengecualian atas kebijakan tariff balasan tersebut. Barang-barang ini dicatat dalam Lampiran 2, yang mencantumkan Kode HS untuk komoditas yang tidak akan dipungut bea tambahan.

"Sesudah peninjauan mendalam, sebagian besar barang produksi kami termasuk dalam kategori yang dilewati oleh aturan tariff bilateral tersebut. Sehubungan dengan hal itu, kami percaya bahwa regulasi baru ini tak akan memberi dampak penting pada pengeluaran produk kami menuju Amerika Serikat," ungkap Ravenal Arvense, Penaggung Jawab Hubungan Investasi WOOD, ketika ditemui dan ditanya Radar Berita Global, hari Jumat tanggal 5 April kemarin.

PT WOOD, penyedia furniture dan komponen pembangunannya yang dieksportkan ke beberapa pasaran global, merakam Amerika Syarikat sebagai destinasi eksport utama syarikat ini, menyumbangkan lebih daripada separuh jumlah hasil eksport keseluruhan mereka. Bagi sektor meubel kayu di Amerika Syarikat pula, ia adalah salah satu pasar terbesar di planet ini; ianya mendominasi agregat pasaran-pasar kedua sehingga kelima secara bersatu.

Namun demikian, WOOD menyebutkan bahwa porsi pasar Indonesia pada ekspor perabotan kayu ke Amerika Serikat tetap rendah, kurang dari 5 persen.

Walau begitu, kesempatan yang ada di pasaran Amerika Serikat tetaplah luas, dan pihak perusahaan yakin dapat menangkap lebih banyak peluang dalam segmen ini. Di luar pangsa pasar Amerika, WOOD juga tengah gencar merambah area baru di Eropa, terutama untuk ragam produk-nya. flooring.

Menggunakan pendekatan penjajahan pasarnya yang berkelanjutan, perusahaan percaya bahwa mereka mampu memperbesar dampak ekspornya di pasar penting seperti Amerika Serikat dan Eropa tanpa mengalami pengurangan substansial akibat aturan tariff baru-baru ini dari Amerika Serikat.

"Dalam menghadapi berbagai kesulitan akibat tarif tersebut, kami masih bertahan dengan tujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya serta mengeksplorasi peluang yang tersedia, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, sehingga bisa melanjutkan pertumbuhan dan bersaing di skala internasional," demikian penjelasan Ravenal.

Posting Komentar