Negara-negara Bebas Tarif Impor AS dari Trump: Ini Kata Mereka
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengenakan tarif impor tambahan pada kebanyakan negara global, termasuk Indonesia. Akan tetapi, terdapat beberapa negeri tertentu yang dilepaskan dari bea masuk tersebut; lihat daftarnya beserta penjelasan lengkapnya di sini.
Tarif impor terbaru bagi seluruh produk yang diimpor ke Amerika Serikat mulai berlaku sejak Rabu (2/4/2025). Trump menerapkan tarif balasan atas hal tersebut. tarif resiprokal 10% diskon untuk seluruh produk yang dikirim ke negara-negaranya. Dia menggarisbawahi bahwa tindakan tersebut dilakukan guna melawan ketimpangan dalam perdagangan serta meregenerasi industri di Amerika Serikat.
“Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dijarah oleh negara-negara yang dekat dan jauh, baik kawan maupun lawan,” kata Trump di White House Rose Garden, Rabu (2/4/2025) waktu setempat dikutip Reuters.
Trump mengatakan bahwa implementasi tariff tambahan ini adalah tanggapan atas bea masuk dan penghambat bukan tariff yang dipasangkan kepada produk-produk Amerika Serikat. Dia juga mencatat bahwa dalam konteks dagang, mereka yang diidentifikasi sebagai sekutu sering kali merespons dengan cara yang jauh lebih buruk dibandingkan lawan.
"Di banyak situasi, teman bisa menjadi lebih berbahaya dibandingkan lawan dalam konteks bisnis," kata Trump. Ini menegaskan lagi bahwa Amerika Serikat saat ini di bawah kepemimpiranannya telah menghadapi tantangan besar. Trump sedang menggelorakan perang dagang.
- Belarusia
- BurkinaFaso
- Kanada
- Kuba
- Mexico
- Korea Utara
- Palau
- Rusia
- Seychelles
- Somalia
- Kota Vatican
Beberapa Negara Terbebas Dari Pajak Trump
Daftar negara bebas dari tarif impor yang dikenakan oleh Trump mendapat perhatian besar dan mendorong banyak pihak untuk mencari tahu alasan dibaliknya. Apalagi, sejumlah negara dalam daftar itu seperti Rusia dan Korea Utara adalah saingan Amerika Serikat.Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyebutkan bahwa alasannya Rusia dikesampingkan dari daftar tarif impor terbaru adalah sebab AS tak memiliki kaitan perdagangan dengan negara tersebut. Sebelumnya, Rusia telah menerima hukuman sanksi yang keras akibatkannya. menginvasi Ukraina pada tahun 2022.
Bessent juga menjelaskan, tidak hanya Rusia, negara-negara lain yang telah dijatuhi sanksi berat oleh AS, termasuk Belarusia, Kuba, dan Korea Utara, juga dikecualikan dari tarif tersebut.
"Kita tidak memiliki kerjasama perdagangan dengan Russia dan Belarus, karena kedua negara tersebut sedang dalam kondisi sanksi," ungkap Bessent saat diwawancarai oleh Fox News, pada hari Rabu (2/4/2025).
Meski demikian, berdasarkan laporan Independent, Departemen Perdagangan Amerika Serikat menyatakan bahwa negeri tersebut tetap menjalankan beberapa transaksi dagang dengan Rusia, walaupun jumlahnya jauh di bawah masa lalu. Pada tahun kemarin, volume perdagangan komoditas antara kedua negara ini tercatat senilai 3,5 miliar dolar AS.
Sebagian besar ekspor Rusia ke AS adalah bahan kimia radioaktif, pupuk nitrogen, dan platinum. Mereka adalah pengekspor pupuk terbesar kedua ke AS. Angka tersebut masih lebih tinggi daripada jumlah impor dari negara-negara lain yang terkena tarif seperti Fiji, Paraguay, atau Albania.
Posting Komentar