Surabaya Keras pada Kunjungan Pascalebaran, Sementara Jakarta Lebih Santai

Table of Contents

Radar Berita Global , Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melakukan tindakan keras guna menyiapkan diri menghadapi lonjakan migrasi perkotaan setelah Idul Fitri 1446 H/2025. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menyampaikan instruksi kepada semua camat, lurah, ketua RT, dan RW agar meningkatkan pemantauan serta pencatatan tentang para pendatang baru dalam area mereka masing-masing.

Eri menekankan pentingnya pendataan yang akurat terhadap setiap pendatang. Tujuannya untuk memastikan bahwa kaum urban tersebut tidak malah menjadi beban kota.

"Saya sudah jelaskan kepada para teman sejawat dan camat bahwa setiap lurah perlu memperkuat posisi mereka di wilayahRW sendiri. Yang pertama, apabila terdapat individu yang tiba, maka ia wajib melaporkan kedatangannya," ungkap Eri pada pernyataannya, Rabu, 2 April 2025.

Pendatang Yang menukar Kartu Tanda Penduduknya menjadi warga Surabaya, menurut Eri, tidak menerima dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya dalam jangka waktu sepuluh tahun. Ini bertujuan untuk memberikan prioritas pada kemakmuran bagi para pemilik KTP asli Surabaya. "Kedua, jika mereka ganti KTP-nya, meskipun begitu, selama 10 tahun ke depan saya tidak akan membantu," ungkap Eri.

Pejabat terkait akan memantau lingkungan kos-kosan karena biasanya mengalami peningkatan jumlah penghuni setelah Hari Raya Idul Fitri. Eri mengimbau RT/RW untuk mencatat setiap penghuni kos guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pendataan ini juga berhubungan dengan masalah keamanan.

"Umumnya jumlah penghuni kos akan bertambah, jadi perlu dicatat siapa saja yang tinggal di sana. RT/RW sebaiknya mengumpulkan informasi tersebut untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan," katanya.

Eri mengatakan bahwa orang yang datang tanpa jelas tujuannya atau pekerjaannya akan dikembalikan ke tempat asalnya. Pemerintah Kota Surabaya bakal bersinergi dengan pihak-pihak setempat di kampung halaman mereka guna melaksanakan pengiriman balik tersebut. "Aku akan memutuskannya jika tak ada penjelasan tentang pekerjaan," ucapnya.

Eri menyebutkan bahwa keputusan tersebut diimplementasikan guna memelihara kedamaian, keselamatan, serta kesejahteraan kotanya dari pengaruh buruk perkotaan yang tak terkontrol. "Saat mereka tiba, perlu dicatat. Apakah dia telah memiliki pekerjaan atau belum? Jika belum bekerja, apa alasannya tetap menetap di tempat ini?" ujarnya.

Tidak seperti di Surabaya, pemerintah Jakarta mengimplementasikan aturan yang lebih fleksibel terkait kedatangan orang dari luar kota. Gubernur tersebut menyatakan hal ini. Pramono Anung membuka pintu Jakarta lebar-lebar bagi pendatang yang masuk Jakarta untuk mencari pekerjaan atau membuka peluang usaha pasca-Lebaran 2025.

Pramono pun telah mengonfirmasikan jika Jakarta tak akan menerapkan operasi yustisi untuk membersihkan status kependudukan warga pendatang. Meski demikian, Pramono tegaskan kepada orang-orang yang berpindah ke Jakarta agar memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dengan identitas yang jelas, Pramono memastikan mereka bisa mencari pekerjaan di Jakarta. Selain itu mereka juga bisa mengasah skill dengan pelatihan jika memiliki identitas.

Dukcapil akan memeriksa hal tersebut, proses Administrasinya diperiksa. Jika dia berencana mencari pekerjaan di Jakarta, mangga , silahkan. Yang terpenting adalah adanya pelatihan dan memiliki identitas. Jika tidak mempunyai identitas, maka akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan," demikian katanya menurut kutipan tersebut. Antara , Rabu, 2 April 2025.

Posting Komentar